
Retraction, Withdrawal, and Correction Policy
Jurnal Riset Kesehatan Nasional berkomitmen menjaga integritas, akurasi, dan keandalan rekam publikasi ilmiah. Koreksi, pengunduran, dan penarikan artikel hanya dilakukan berdasarkan alasan ilmiah atau etika yang jelas serta mengikuti prinsip-prinsip Committee on Publication Ethics (COPE).
1. Penarikan Artikel
Artikel yang telah diterbitkan dapat ditarik (retracted) apabila ditemukan kondisi yang menyebabkan hasil atau isi artikel tidak dapat dipercaya, antara lain:
- Ditemukan fabrikasi, falsifikasi, atau kesalahan ilmiah yang serius.
- Artikel telah dipublikasikan sebelumnya tanpa pengungkapan atau rujukan yang sesuai (redundant publication).
- Terbukti mengandung plagiarisme.
- Penelitian terbukti melanggar prinsip atau ketentuan etika penelitian.
Permohonan atau laporan terkait retraction dapat berasal dari editor, reviewer, penulis, maupun pembaca. Editor-in-Chief akan melakukan pemeriksaan, meminta klarifikasi kepada penulis, dan menentukan keputusan akhir. Jika artikel ditarik, pernyataan retraction akan diterbitkan secara daring dan artikel tetap dicatat dalam arsip jurnal dengan status "Retracted".
- Pengunduran Artikel
Penulis dapat mengajukan withdrawal terhadap naskah yang belum diterbitkan secara resmi dan DOI belum aktif. Permohonan harus diajukan secara tertulis kepada Editor-in-Chief dan ditandatangani oleh seluruh penulis.
Naskah yang telah diterbitkan dan memiliki DOI aktif tidak dapat ditarik melalui prosedur withdrawal. Jika terdapat alasan yang kuat setelah publikasi, penanganannya dilakukan melalui prosedur retraction.
Naskah yang telah diterbitkan dan memiliki DOI aktif, tidak dapat ditarik melalui prosedur withdrawal. Manuskrip yang dapat diajukan penarikan hanya manuskrip yang masih berada dalam proses review dan belum diterbitkan. Jika terdapat alasan yang kuat setelah publikasi, penanganannya dilakukan melalui prosedur retraction.
2. Koreksi Artikel
Koreksi dapat diterbitkan apabila ditemukan kesalahan yang tidak memengaruhi keandalan keseluruhan artikel, seperti kesalahan data, informasi, atau daftar penulis.
Koreksi dapat berupa:
- Erratum: kesalahan yang berasal dari pihak jurnal atau penerbit.
- Corrigendum: kesalahan yang berasal dari penulis.
- Addendum: tambahan informasi atau penjelasan dari penulis terhadap artikel yang telah diterbitkan.
Keputusan penerbitan koreksi merupakan kewenangan Editor-in-Chief, dengan mempertimbangkan masukan reviewer atau anggota dewan editor jika diperlukan.
