About the Journal

RUANG LINGKUP

Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan karya ilmiah dalam berbagai bidang ilmu kesehatan. Jurnal ini berkomitmen untuk menyebarluaskan hasil penelitian berkualitas yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, praktik pelayanan kesehatan, pendidikan, serta inovasi di bidang kesehatan.

JRKN menerima naskah ilmiah dalam bentuk artikel penelitian asli (original research article), artikel tinjauan (Literature Review), dan bentuk karya ilmiah lainnya yang relevan dengan ruang lingkup jurnal. Jurnal ini terbuka bagi peneliti, dosen, akademisi, tenaga kesehatan, praktisi, dan penulis dari berbagai disiplin ilmu kesehatan tanpa membedakan latar belakang institusi, sepanjang naskah yang disampaikan memenuhi kaidah ilmiah dan standar akademik yang berlaku.

Ruang lingkup JRKN mencakup berbagai bidang ilmu kesehatan, antara lain Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Anestesiologi dan Keperawatan Anestesi, Teknologi Pangan dan Gizi, serta Akupunktur dan Pengobatan Herbal.

 Secara lebih khusus, ruang lingkup jurnal meliputi:

  • Keperawatan, mencakup keperawatan medikal bedah, keperawatan jiwa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan komunitas, keperawatan dasar, pendidikan keperawatan, manajemen keperawatan, dan keperawatan komplementer.
  • Kebidanan, mencakup kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, neonatus, bayi dan balita, kesehatan reproduksi remaja, menopause, keluarga berencana, kesehatan reproduksi, serta pengobatan tradisional dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
  • Kesehatan Masyarakat, mencakup kesehatan komunitas, promosi kesehatan, pendidikan kesehatan, pelayanan dan manajemen kesehatan, epidemiologi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, serta kesehatan lanjut usia.
  • Farmasi, mencakup farmakologi, biologi farmasi, kimia farmasi, kimia bahan alam, pengembangan ekstrak, isolat dan fraksi, khasiat dan keamanan ekstrak, formulasi sediaan farmasi, pengendalian mutu, evaluasi pascapemasaran, farmasi klinik, dan farmasi komunitas.
  • Anestesiologi dan Keperawatan Anestesi, mencakup pelayanan dan asuhan keperawatan praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi, anestesi pada pembedahan umum dan khusus, anestesi pada pasien dengan penyakit penyerta, gawat darurat dan kondisi kritis, manajemen nyeri, farmakologi anestesi, manajemen bencana, keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit, serta promosi kesehatan.
  • Teknologi Pangan dan Gizi, mencakup karakteristik dan pemanfaatan bahan pangan lokal, komponen bioaktif pangan, teknologi pengolahan pangan, keamanan pangan, ketahanan pangan, pangan fungsional, kimia pangan, mikrobiologi pangan, biokimia pangan, teknologi hasil pertanian, dan gizi pangan.
  • Akupunktur dan Pengobatan Herbal, mencakup ilmu akupunktur, moksibusi, tuina, pengobatan herbal, mekanisme efek akupunktur dan terapi terkait, spesifisitas dan kompatibilitas titik akupunktur, evaluasi efektivitas akupunktur, serta pengembangan dan pemanfaatan herbal Indonesia dan Tiongkok.

JRKN juga mendorong penelitian multidisiplin dan interdisiplin yang mengintegrasikan berbagai bidang ilmu kesehatan dalam menjawab permasalahan kesehatan terkini. Jurnal ini secara khusus mendukung penelitian yang menghasilkan bukti ilmiah, pendekatan inovatif, dan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat.

Setiap naskah yang disubmit harus memiliki orisinalitas, ketelitian ilmiah, metodologi yang jelas, kepatuhan terhadap etika penelitian, serta relevansi dengan ruang lingkup jurnal. Seluruh naskah akan melalui proses peer review sesuai dengan kebijakan jurnal untuk memastikan kualitas, integritas, dan kontribusi ilmiah dari setiap artikel yang diterbitkan.

 

PEER REVIEW PROCESS

Setiap artikel yang disubmit ke Jurnal Riset Kesehatan Nasional akan melalui proses seleksi dan peninjauan secara bertahap untuk memastikan kesesuaian artikel dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, kualitas akademik, orisinalitas, serta pemenuhan standar penulisan ilmiah. Proses peninjauan terdiri atas dua tahap utama, yaitu pra-review (pre-review) dan peer review.

1. Pra-Review (Pre-Review)

a. Fokus dan Ruang Lingkup

Artikel yang disubmit harus sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Riset Kesehatan Nasional. Naskah yang tidak sesuai dengan bidang dan ruang lingkup jurnal dapat ditolak pada tahap pra-review tanpa dilanjutkan ke proses peer review. Naskah juga dapat ditolak pada tahap ini apabila dinilai kurang memiliki orisinalitas atau memiliki kelemahan ilmiah yang serius.

b. Pemeriksaan Plagiarisme dan Kemiripan Naskah

Setiap artikel akan melalui pemeriksaan plagiarisme dan tingkat kemiripan (similarity check) menggunakan Google Scholar dan iThenticate. Batas maksimal tingkat kemiripan yang dapat diterima adalah 20%. Artikel dengan tingkat kemiripan di atas 20% akan dikembalikan kepada penulis untuk dilakukan perbaikan dan/atau revisi sebelum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

c. Referensi

Artikel yang disubmit wajib menggunakan sekurang-kurangnya 15 referensi, dengan kemutahiran maksimal 10 tahun terakhir, dengan komposisi 80% sumber primer dan 20% sumber sekunder. Penulisan referensi harus mengikuti gaya sitasi APA. Penulis dianjurkan menggunakan perangkat lunak pengelola referensi, seperti Mendeley, untuk memastikan konsistensi dan ketepatan penulisan sitasi serta daftar pustaka.

d. Kesesuaian Template

Naskah yang disubmit harus mengikuti template penulisan Jurnal Riset Kesehatan Nasional, termasuk format penulisan, struktur artikel, tabel, gambar, sitasi, dan daftar pustaka sesuai dengan ketentuan jurnal.

Apabila terdapat ketidaksesuaian pada salah satu atau lebih dari komponen pra-review tersebut, artikel akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki. Penulis diberikan waktu maksimal 7 (tujuh) hari untuk melakukan perbaikan dan mengirimkan kembali naskah melalui sistem jurnal. Apabila seluruh persyaratan pra-review telah terpenuhi, artikel akan diteruskan ke tahap peer review melalui Editor.

Proses pra-review membutuhkan waktu sekitar 3-7 hari. Penulis memiliki waktu 1 minggu untuk merevisi artikel dalam tahap pra-review. Penulis yang pada saat itu tidak merevisi artikel dan tanpa memberikan pernyataan apapun, maka artikel akan ditolak.

2. Peer Review

Pada tahap peer review, artikel akan dievaluasi oleh 2-3 reviewer (Double Blind Review) yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang dan topik penelitian dalam artikel. Proses penelaahan meliputi pemeriksaan awal naskah, pemeriksaan similaritas, penugasan reviewer, proses penilaian secara anonim, serta pengambilan keputusan editorial berdasarkan hasil review. Reviewer menilai kualitas ilmiah, orisinalitas, metodologi, analisis data, pembahasan, kebaruan, kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang kesehatan, serta kesesuaian artikel dengan fokus dan ruang lingkup jurnal. Mitra bestari dipilih berdasarkan kualifikasi akademik, kepakaran, pengalaman penelitian dan publikasi yang relevan dengan topik naskah, serta tidak memiliki konflik kepentingan dengan penulis. Setiap reviewer diberikan batas waktu maksimal 2 minggu untuk menyelesaikan proses penelaahan. Sebelum dan/atau selama proses review, naskah diperiksa tingkat kemiripannya menggunakan perangkat pemeriksaan similarity dengan batas maksimal 20%. Berdasarkan hasil penilaian reviewer, editor dapat memutuskan artikel diterima, diterima dengan revisi minor, diterima dengan revisi mayor, atau ditolak. keputusan terhadap artikel dapat berupa:

a. Accept Submission

Artikel ini sudah direview dan dinyatakan layak untuk diterbitkan tanpa memerlukan revisi atau hanya memerlukan perbaikan administratif yang tidak substantif.

b. Revision Required (Minor Revision)

Artikel memerlukan revisi minor. Naskah akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sesuai dengan komentar dan rekomendasi reviewer. Setelah revisi diterima dan dinilai telah memenuhi persyaratan, artikel dapat dilanjutkan ke tahap penerimaan untuk publikasi.

c. Resubmit for Review (Mayor Revision)

Artikel memerlukan revisi mayor yang bersifat substantif. Setelah penulis melakukan perbaikan, naskah akan dikirim kembali kepada reviewer untuk dilakukan peninjauan ulang. Proses peninjauan ulang dapat dilakukan maksimal tiga kali, sesuai dengan kebutuhan dan keputusan Editor.

d. Resubmit Elsewhere

Artikel dinilai tidak cukup sesuai dengan fokus, ruang lingkup, atau standar ilmiah jurnal dan disarankan untuk diajukan ke jurnal lain yang lebih sesuai dengan topik penelitian.

e. Decline Submission

Artikel dinyatakan ditolak karena tidak memenuhi standar ilmiah, metodologis, etika, kualitas naskah, atau persyaratan publikasi Jurnal Riset Kesehatan Nasional.

3. Keputusan Akhir

Keputusan akhir mengenai penerimaan atau penolakan artikel ditetapkan oleh Editor berdasarkan hasil peer review, rekomendasi reviewer, serta pertimbangan editorial, termasuk ketentuan bahwa tingkat kemiripan (similarity) naskah harus tidak lebih dari 20%. Seluruh proses peninjauan dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan kualitas ilmiah naskah tanpa membedakan latar belakang penulis. Secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan sejak naskah pertama kali disubmit hingga diperoleh keputusan pertama (first decision) rata-rata berkisar antara 6–10 minggu.

Jurnal Riset Kesehatan Nasional berkomitmen untuk menjaga kualitas dan integritas publikasi melalui proses seleksi dan peer review yang sistematis, objektif, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah

 

LOA (LETTER OF ACCEPTANCE)

LOA pada Jurnal Riset Kesehatan Nasional akan dikirimkan melalui email penulis secara otomatis oleh OJS pada saat artikel telah diterima untuk diterbitkan.

LOA hanya akan diberikan kepada penulis ketika artikel telah memasuki tahap produksi.

 

KEBIJAKAN PENARIKAN, PENGUNDURAN, DAN KOREKSI ARTIKEL

Jurnal Riset Kesehatan Nasional berkomitmen menjaga integritas, akurasi, dan keandalan rekam publikasi ilmiah. Koreksi, pengunduran, dan penarikan artikel hanya dilakukan berdasarkan alasan ilmiah atau etika yang jelas serta mengikuti prinsip-prinsip Committee on Publication Ethics (COPE).

1. Penarikan Artikel

Artikel yang telah diterbitkan dapat ditarik (retracted) apabila ditemukan kondisi yang menyebabkan hasil atau isi artikel tidak dapat dipercaya, antara lain:

  • Ditemukan fabrikasi, falsifikasi, atau kesalahan ilmiah yang serius.
  • Artikel telah dipublikasikan sebelumnya tanpa pengungkapan atau rujukan yang sesuai (redundant publication).
  • Terbukti mengandung plagiarisme.
  • Penelitian terbukti melanggar prinsip atau ketentuan etika penelitian.

Permohonan atau laporan terkait retraction dapat berasal dari editor, reviewer, penulis, maupun pembaca. Editor-in-Chief akan melakukan pemeriksaan, meminta klarifikasi kepada penulis, dan menentukan keputusan akhir. Jika artikel ditarik, pernyataan retraction akan diterbitkan secara daring dan artikel tetap dicatat dalam arsip jurnal dengan status "Retracted".

2. Pengunduran Artikel

Penulis dapat mengajukan withdrawal terhadap naskah yang belum diterbitkan secara resmi dan DOI belum aktif. Permohonan harus diajukan secara tertulis kepada Editor-in-Chief dan ditandatangani oleh seluruh penulis.

Naskah yang telah diterbitkan dan memiliki DOI aktif tidak dapat ditarik melalui prosedur withdrawal. Jika terdapat alasan yang kuat setelah publikasi, penanganannya dilakukan melalui prosedur retraction.

Naskah yang telah diterbitkan dan memiliki DOI aktif, tidak dapat ditarik melalui prosedur withdrawal. Manuskrip yang dapat diajukan penarikan hanya manuskrip yang masih berada dalam proses review dan belum diterbitkan. Jika terdapat alasan yang kuat setelah publikasi, penanganannya dilakukan melalui prosedur retraction.

3. Koreksi Artikel

Koreksi dapat diterbitkan apabila ditemukan kesalahan yang tidak memengaruhi keandalan keseluruhan artikel, seperti kesalahan data, informasi, atau daftar penulis.

Koreksi dapat berupa:

  • Erratum: kesalahan yang berasal dari pihak jurnal atau penerbit.
  • Corrigendum: kesalahan yang berasal dari penulis.
  • Addendum: tambahan informasi atau penjelasan dari penulis terhadap artikel yang telah diterbitkan.

Keputusan penerbitan koreksi merupakan kewenangan Editor-in-Chief, dengan mempertimbangkan masukan reviewer atau anggota dewan editor jika diperlukan.

 

PUBLICATION ETHIC

Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) berkomitmen untuk menjaga integritas, kualitas, transparansi, dan standar etika tertinggi dalam seluruh proses penerbitan ilmiah. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi, termasuk penulis, editor, reviewer, dan pengelola jurnal.

1. ETIKA PENULIS

Penulis Jurnal Riset Kesehatan Nasional bertanggung jawab terhadap keaslian, integritas, dan isi artikel yang disubmit. Penulis wajib memastikan bahwa naskah merupakan karya asli, belum pernah diterbitkan atau sedang dipertimbangkan di jurnal lain, serta mencantumkan sumber secara tepat untuk menghindari plagiarisme. Data penelitian harus disajikan secara jujur tanpa fabrikasi atau falsifikasi. Penelitian yang melibatkan manusia wajib memenuhi ketentuan etika penelitian, termasuk persetujuan etik dan informed consent apabila diperlukan, serta menjaga privasi dan kerahasiaan subjek penelitian. Seluruh penulis harus memberikan kontribusi yang nyata, menyetujui versi akhir naskah, dan mengungkapkan sumber pendanaan serta potensi konflik kepentingan. Apabila ditemukan kesalahan setelah publikasi, penulis wajib segera melaporkannya kepada editor dan bekerja sama dalam proses koreksi atau retraksi.

2. ETIKA EDITOR

Editor Jurnal Riset Kesehatan Nasional bertanggung jawab memastikan proses editorial berlangsung secara objektif, transparan, dan berintegritas. Editor menilai naskah berdasarkan kualitas ilmiah, relevansi, dan kesesuaian dengan fokus jurnal tanpa diskriminasi. Editor wajib menjaga kerahasiaan naskah, menghindari konflik kepentingan, memilih reviewer yang kompeten, serta memastikan proses peer review dilakukan secara adil. Editor juga bertanggung jawab menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika dan melakukan koreksi, klarifikasi, atau retraksi apabila diperlukan.

3. ETIKA REVIEWER

Reviewer Jurnal Riset Kesehatan Nasional wajib melakukan penilaian secara objektif, profesional, dan konstruktif berdasarkan kualitas ilmiah naskah. Reviewer harus menjaga kerahasiaan naskah, menghindari konflik kepentingan, serta tidak menggunakan informasi dalam naskah untuk kepentingan pribadi. Reviewer juga wajib menyampaikan hasil penilaian secara jelas dan melaporkan kepada editor apabila menemukan dugaan plagiarisme atau pelanggaran etika penelitian.

4. ETIKA PENELITIAN KESEHATAN

Penulis wajib mencantumkan informasi mengenai persetujuan etik (ethical clearance), apabila penelitian memerlukannya, termasuk nama institusi atau komite etik yang memberikan persetujuan dan nomor persetujuan etik. Penelitian yang melibatkan manusia juga harus memperhatikan prinsip penghormatan terhadap individu, kemanfaatan, tidak merugikan, keadilan, serta perlindungan terhadap privasi dan kerahasiaan subjek penelitian.

5. PLAGIARISME DAN PUBLIKASI GANDA

JRKNl tidak mentoleransi segala bentuk plagiarisme, termasuk plagiarisme teks, ide, data, gambar, tabel, maupun hasil penelitian.

Penulis dilarang mengirimkan manuskrip yang sama secara bersamaan ke lebih dari satu jurnal. Publikasi ganda, publikasi redundan, duplicate publication, dan salami publication yang tidak memiliki justifikasi ilmiah dapat dianggap sebagai pelanggaran etika publikasi.

Setiap dugaan pelanggaran akan diperiksa oleh tim editorial dan dapat mengakibatkan penolakan naskah, penarikan artikel, pemberitahuan kepada institusi penulis, atau tindakan lain yang dianggap sesuai dengan tingkat pelanggaran.

 

OPEN ACCESS POLICY

Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN)  menerapkan kebijakan open access dengan tujuan menyediakan akses secara bebas dan segera terhadap seluruh artikel yang telah diterbitkan. Kebijakan ini didasarkan pada prinsip bahwa keterbukaan terhadap hasil penelitian dapat mendukung penyebarluasan pengetahuan, meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi ilmiah, serta mendorong pertukaran pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Riset Kesehatan Nasional dapat diakses secara gratis oleh seluruh pengguna tanpa dikenakan biaya akses. Pembaca diperbolehkan membaca, mengunduh, menyimpan, mencetak, menyalin, mencari, serta menggunakan artikel untuk tujuan yang sah sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. Dengan kebijakan ini, jurnal berupaya meningkatkan visibilitas, keterjangkauan, dan pemanfaatan hasil penelitian di bidang kesehatan.

Dengan menerapkan kebijakan open access, Jurnal Riset Kesehatan Nasional berkomitmen untuk mendukung prinsip keterbukaan ilmu pengetahuan (open science) dan memperluas kontribusi hasil penelitian di bidang kesehatan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta masyarakat secara lebih luas.

 

ARTICLE PROCESSING CHARGE

Jurnal Riset Kesehatan Nasional menerapkan Article Processing Charge (APC) untuk mendukung biaya operasional dan keberlanjutan proses penerbitan artikel. Biaya ini digunakan untuk mendukung berbagai tahapan pengelolaan artikel, termasuk proses editorial, peer review, penyuntingan, tata letak, publikasi, pemeliharaan sistem jurnal, pengarsipan, serta penyediaan akses artikel secara daring.

Pembayaran APC tidak dikenakan pada saat pengajuan awal naskah. Penulis hanya akan dikenakan biaya apabila naskah telah dinyatakan diterima untuk dipublikasikan melalui proses editorial dan peer review.  Pembayaran akan diinformasikan oleh redaksi kepada peneliti setelah makalah dinyatakan diterima.

APC tidak memengaruhi proses penilaian ilmiah maupun keputusan editorial. Keputusan penerimaan atau penolakan naskah sepenuhnya didasarkan pada kesesuaian dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, kualitas ilmiah, hasil peer review, orisinalitas, serta ketentuan editorial lainnya.

 

COPYRIGHT NOTICE

Jurnal Riset Kesehatan Nasional memberikan hak kepada penulis untuk tetap mempertahankan hak cipta atas artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal. Publikasi artikel dalam jurnal tidak mengalihkan kepemilikan hak cipta dari penulis kepada jurnal. Penulis tetap memiliki hak untuk menggunakan, menyimpan, dan menyebarluaskan karyanya sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Penulis yang menerbitkan artikel dalam Jurnal Riset Kesehatan Nasional menyetujui ketentuan hak cipta sebagai berikut:

  1. Hak cipta artikel tetap menjadi milik penulis. Penulis tetap memiliki hak atas karya yang telah diterbitkan dalam jurnal.
  2. Penulis memberikan kepada Jurnal Riset Kesehatan Nasional hak publikasi pertama (first publication right) atas artikel yang telah diterima dan dinyatakan layak untuk diterbitkan. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dilisensikan berdasarkan Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).
  3. Lisensi CC BY-NC-SA 4.0 memungkinkan pihak lain untuk menyalin, membagikan, dan mengadaptasi karya dengan ketentuan bahwa penggunaan tersebut tidak untuk tujuan komersial, memberikan atribusi yang sesuai kepada penulis dan sumber publikasi, serta karya turunan yang dihasilkan harus didistribusikan berdasarkan lisensi yang sama.
  4. Penulis dapat membuat perjanjian tambahan secara terpisah untuk distribusi artikel yang telah diterbitkan secara non-eksklusif, seperti menyimpan artikel pada repositori institusi, repositori bidang ilmu, atau menerbitkannya kembali dalam bentuk buku, dengan tetap mencantumkan bahwa artikel tersebut pertama kali diterbitkan dalam Jurnal Riset Kesehatan Nasional dan tetap memperhatikan ketentuan lisensi yang berlaku.
  5. Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk menyebarluaskan karyanya secara daring, misalnya melalui repositori institusi, situs web pribadi, atau media akademik lainnya, baik sebelum maupun selama proses pengajuan artikel. Penyebarluasan ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, serta pemanfaatan hasil penelitian oleh komunitas akademik dan masyarakat.
  6. Artikel dan materi terkait yang telah diterbitkan dalam Jurnal Riset Kesehatan Nasional didistribusikan berdasarkan lisensi Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Penggunaan, penggandaan, pendistribusian, dan adaptasi karya diperbolehkan selama memenuhi ketentuan atribusi, tidak digunakan untuk tujuan komersial, dan karya turunan menggunakan lisensi yang sama.

This work is licensed under the Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0).

 

KEBIJAKAN PLAGIARISME

Jurnal menetapkan kebijakan plagiarisme sebagai pedoman untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menangani dugaan plagiarisme pada setiap naskah yang diajukan untuk dipublikasikan. Setiap naskah yang disubmit ke Jurnal Riset Kesehatan Nasional harus merupakan karya yang orisinal, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan tidak sedang dalam proses publikasi pada jurnal atau media ilmiah lainnya. Penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh bagian naskah merupakan karya sendiri atau telah menggunakan sumber lain secara tepat dengan mencantumkan sitasi dan referensi yang sesuai.

1. Plagiarism Checking

Setiap naskah yang masuk ke Jurnal Riset Kesehatan Nasional akan melalui pemeriksaan tingkat kemiripan (similarity check) sebagai bagian dari proses editorial. Pemeriksaan dilakukan menggunakan perangkat lunak Turnitin dan/atau iThenticate.

Batas maksimum tingkat kemiripan yang diperbolehkan adalah 20%. Hasil pemeriksaan kemiripan tidak semata-mata digunakan berdasarkan persentase keseluruhan, tetapi juga akan ditinjau secara substantif oleh Editor untuk mengidentifikasi sumber kemiripan dan menentukan apakah kemiripan tersebut merupakan penggunaan sumber yang wajar, kutipan yang telah disitasi dengan benar, atau indikasi plagiarisme.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kemiripan lebih dari 20%, naskah dapat dikembalikan kepada penulis untuk dilakukan perbaikan. Penulis wajib melakukan revisi terhadap bagian-bagian yang memiliki kemiripan dan memastikan seluruh sumber telah dikutip serta dicantumkan dengan benar sebelum naskah dapat diproses lebih lanjut.

Dalam kasus tertentu, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi plagiarisme yang serius, meskipun persentase kemiripan berada di bawah batas yang ditetapkan, Editor berhak melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengambil keputusan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang ditemukan.

2. Penanganan Plagiarisme

Apabila plagiarisme terbukti ditemukan pada tahap sebelum publikasi, Jurnal Riset Kesehatan Nasional dapat mengambil tindakan berupa:

  1. Mengembalikan naskah kepada penulis untuk dilakukan perbaikan apabila kemiripan disebabkan oleh penggunaan sumber yang tidak tepat dan masih dapat diperbaiki.
  2. Menolak (reject) naskah apabila ditemukan plagiarisme yang substansial atau pelanggaran etika publikasi yang serius.
  3. Meminta klarifikasi dari penulis terkait sumber atau bagian naskah yang terindikasi memiliki kemiripan.
  4. Menghentikan proses editorial apabila penulis tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai mengenai dugaan plagiarisme.

Apabila plagiarisme ditemukan setelah artikel diterbitkan, Jurnal Riset Kesehatan Nasional dapat melakukan tindakan korektif sesuai dengan tingkat pelanggaran, termasuk penerbitan koreksi, pemberian pemberitahuan kepada pembaca, atau penarikan artikel (retraction) apabila pelanggaran tersebut terbukti bersifat serius.

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan kredibilitas publikasi ilmiah serta memastikan bahwa seluruh artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Riset Kesehatan Nasional memenuhi standar etika publikasi yang berlaku.

 

KEBIJAKAN PENGGUNAAN TOOLS AI

 Jurnal Riset Kesehatan Nasional mengakui bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dapat mendukung proses penelitian dan penyusunan artikel ilmiah. Penggunaan AI diperbolehkan secara terbatas dan bertanggung jawab dengan tetap mengutamakan integritas akademik, orisinalitas, transparansi, dan tanggung jawab penulis.

1. Penggunaan AI yang diperbolehkan

Penulis dapat menggunakan AI untuk membantu:

  • Memeriksa tata bahasa, ejaan, dan memperbaiki kejelasan bahasa.
  • Membantu penerjemahan dengan tetap dilakukan verifikasi oleh penulis.
  • Membantu pencarian awal literatur.
  • Membantu pengolahan, analisis, atau visualisasi data sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti penilaian ilmiah penulis.
  • Membantu penyusunan format atau ilustrasi sederhana yang tidak melanggar hak cipta.

AI tidak boleh digunakan untuk membuat atau memanipulasi data, hasil penelitian, gambar, atau informasi ilmiah; menghasilkan keseluruhan naskah tanpa pengawasan dan penyuntingan penulis; maupun menghasilkan konten yang mengandung plagiarisme atau melanggar hak cipta.

2. Tanggung Jawab Penulis

Penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh isi artikel, termasuk bagian yang dibuat atau diperbaiki dengan bantuan AI. Seluruh keluaran AI harus diperiksa secara kritis untuk memastikan akurasi, orisinalitas, keandalan, bebas dari plagiarisme, kesalahan faktual, bias, dan hallucination. Penulis juga bertanggung jawab memastikan seluruh sumber dan informasi yang digunakan telah diverifikasi dan disitasi dengan benar.

3. Larangan Penggunaan AI oleh Mitra Bestari

Mitra Bestari (reviewer) dilarang menggunakan AI generatif atau perangkat AI lainnya untuk melakukan telaah sejawat terhadap naskah yang diberikan oleh jurnal, baik untuk menghasilkan, merangkum, menganalisis, maupun menyusun komentar dan rekomendasi review.

Larangan ini diberlakukan untuk menjaga kerahasiaan naskah, independensi penilaian, integritas proses peer review, serta perlindungan terhadap data dan informasi yang belum dipublikasikan. Mitra Bestari juga tidak diperkenankan memasukkan naskah, bagian naskah, data, gambar, tabel, atau informasi identitas penulis ke dalam sistem AI pihak ketiga.

Mitra Bestari wajib melakukan telaah secara mandiri berdasarkan keahlian dan pengetahuan ilmiahnya. Seluruh komentar, rekomendasi, dan keputusan yang disampaikan dalam proses telaah sejawat harus merupakan hasil penilaian profesional Mitra Bestari sendiri.

4. Pengungkapan Penggunaan AI

Penggunaan AI pada penyusunan atau pengembangan artikel harus diungkapkan secara transparan. Pernyataan tersebut sekurang-kurangnya mencantumkan nama alat AI, versi atau pengembangnya, tujuan penggunaannya, serta pernyataan bahwa seluruh hasil AI telah diperiksa dan menjadi tanggung jawab penulis.

Penggunaan AI untuk koreksi tata bahasa, ejaan, atau penyempurnaan bahasa secara sederhana tidak wajib dinyatakan secara khusus, kecuali apabila penggunaannya memberikan kontribusi substantif terhadap isi naskah.

 5. Pengawasan dan Pelanggaran

Editor dan reviewer berhak meminta penjelasan mengenai penggunaan AI apabila ditemukan indikasi penggunaan yang tidak sesuai atau tidak diungkapkan. Ketidakpatuhan terhadap kebijakan ini dapat menyebabkan permintaan revisi, penolakan naskah, penarikan artikel (retraction) setelah publikasi, atau pelaporan kepada institusi penulis apabila ditemukan pelanggaran etika yang serius.

Jurnal Riset Kesehatan Nasional tidak menggunakan AI sebagai pengganti keputusan editorial atau peer review. Setiap keputusan tetap berada pada editor dan reviewer yang bertanggung jawab.

Kebijakan penggunaan AI ini akan ditinjau secara berkala mengikuti perkembangan teknologi dan pedoman etika publikasi ilmiah

 

KEBIJAKAN ETIKA PENELITIAN DAN ETHICAL CLEARANCE

 Seluruh naskah yang diajukan dan mengandung penelitian yang melibatkan hewan percobaan dan/atau subjek manusia harus telah memperoleh persetujuan dari komite etik independen. Ethical clearance juga dapat diterbitkan oleh Komisi Etik Penelitian dari institusi pendidikan atau institusi terkait, dengan mencantumkan nomor ethical clearance.

Salinan surat atau dokumen persetujuan etik juga harus disampaikan kepada kantor editorial jurnal sebagai bagian dari kelengkapan dokumen pengajuan naskah.

Naskah yang tidak memiliki persetujuan ethical clearance dari institusi atau lembaga resmi yang berwenang akan ditolak.

Jurnal Riset Kesehatan Bali melakukan pengarsipan melalui GARUDA (Garba Rujukan Digital) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Sistem pengarsipan terdistribusi diterapkan melalui berbagai perpustakaan yang berpartisipasi untuk memungkinkan pembuatan arsip jurnal permanen bagi tujuan pelestarian dan pemulihan. Pelestarian arsip dilakukan agar seluruh dokumen yang telah diterbitkan memiliki akses alternatif di masa mendatang apabila terjadi gangguan pada situs jurnal yang menyebabkan artikel tidak dapat diakses..

Jurnal Riset Kesehatan Bali menyimpan versi digital lengkap dan identik dari setiap artikel yang diterbitkan pada fasilitas penyimpanan yang aman dan modern. Sesuai dengan standar format saat ini, sebagian besar berkas disimpan dalam format XML dan PDF. Pengarsipan informasi elektronik Jurnal Riset Kesehatan Bali, termasuk situs web dan manuskrip, disimpan pada dua sumber yang terpisah. Pembaca dapat mengakses konten secara daring melalui satu server, sementara sumber lainnya menyimpan salinan cadangan dari konten yang sama. Sumber cadangan tersebut dapat diaktifkan apabila terjadi kegagalan server, dan situs web diharapkan dapat kembali diakses dalam waktu 24–72 jam.

Jurnal Riset Kesehatan Bali berkomitmen untuk menerbitkan jurnal dalam jangka waktu yang sangat panjang dan mengantisipasi keberlanjutan penerbitannya. Artikel-artikel jurnal akan tetap disimpan secara daring dan tersedia bagi pembaca setidaknya selama 10 tahun, bahkan apabila jurnal terpaksa menghentikan penerbitannya akibat kondisi luar biasa atau bencana yang sangat jarang terjadi.