Hubungan Self-Management Terhadap Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Bululawang
DOI:
https://doi.org/10.37294/jrkn.v10i2.895Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis degeneratif yang banyak dialami lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bululawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 140 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HSMBQ untuk mengukur self-management dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management dalam kategori cukup sebanyak 94 responden (67,1%), sedangkan kualitas hidup sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 88 responden (62,9%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan kualitas hidup dengan nilai p-value = 0,001 dan koefisien korelasi (r) = 0,289. yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-management dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi dengan kekuatan hubungan yang lemah. Semakin baik self-management yang dijalankan lansia, semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan.
Kata Kunci: hipertensi, kualitas hidup, lansia, self-management
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Angelica Rayna Christianti, Nanik Dwi Astutik, Elizabeth Yun Yun Vinsur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

